Get Adobe Flash player

Ketua dan Wakil

Perkara Cerai Gugat (Cerai yang mengajukan pihak Istri)

1. Penggugat mengajukan surat gugatan secara tertulis atau secara lisan kepada Ketua Pengadilan Agama. (Pasal 142 dan Pasal 144 R.Bg)

Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Agama :

  • Yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Penggugat.
  • Bila Penggugat meninggalkan tempat kediaman yang telah disepakati bersama tanpa izin Tergugat, maka gugatan diajukan ke Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Tergugat.
  • Bila Penggugat berkediaman di luar negeri, maka gugatan diajukan ke Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Tergugat.
  • Bila Penggugat dan Tergugat berkediaman di luar negeri, maka gugatan diajukan ke Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat dilangsungkan perkawinan atau ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

2. Membayar Panjar Biaya Perkara. (Pasal 89 dan Pasal 90 UU No. 7 Tahun 1989 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 3 Tahun 2006)

3. Penggugat atau wakilnya, Tergugat atau wakilnya menghadiri sidang pemeriksaan berdasarkan panggilan dari Pengadilan Agama. (Pasal 145 Rbg.)

4. Pada hari sidang yang telah ditentukan yang dihadiri kedua belah pihak, hakim mewajibkan para pihak untuk menempuh mediasi (Pasal 7 ayat (1) PERMA Nomor 1 Tahun 2008).

5. Apabila mediasi tidak berhasil, maka pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan membacakan surat gugatan, jawaban, jawab menjawab, pembuktian dan kesimpulan. Dalam tahap jawab menjawab (sebelum pembuktian) Tergugat dapat mengajukan Gugatan Rekonvensi (Gugat Balik) (Pasal 132 a HIR, 158 R.Bg)

6. Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka Panitera berkewajiban menyerahkan Akta Cerai kepada para pihak sebagai bukti telah terjadinya perceraian.

Hakim

Pegawai

Honorer

Statistik Pengunjung

Hari iniHari ini250
KemarinKemarin397
Minggu iniMinggu ini1028
Bulan iniBulan ini7636
KeseluruhanKeseluruhan1061626

album

Aplikasi