PA Gunungsitoli | pagunungsitoli.go.id

 “If We Can’t Measure, We Can’t Manage” , “jika kita tidak bisa mengukur, maka kita tidak bisa mengelola (memanage). Jika kita tidak mampu mengukur diri kita sendiri, menganalisa kekuatan tim kita sendiri , lalu bagaimana kita akan memulai mengelola organisasi? Kutipan pepatah tersebut menjadi menu pembuka materi seminar budaya kerja pada pagi hari ini (28/08).

Ibarat sebuah bangunan besar, Mahkamah Agung RI ditopang oleh delapan tiang “Tata Nilai” yang menopang sebuah visi besar Mahkamah Agung RI, yakni “Terwujudnya Badan Peradilan Yang Agung. Dan delapan tiang “Tata Nilai” ini telah termaktub dalam cetak biru Mahkamah Agung RI tahun 2010-2035. Semua tiang “Nilai Utama” inilah yang harus terinternalisasi pada budaya kerja aparatur Mahkamah Agung RI guna mencapai visi besar Mahkamah Agung RI.

Segenap aparatur Pengadilan Agama Gunungsitoli sangat antusias mengikuti acara Seminar tersebut yang bertajuk Seminar Budaya Kerja dan Implementasi  Tata Nilai Mahkamah Agung RI yang diselenggarakan secara live melalui laman youtube oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Seminar ini dibuka oleh Wakil Ketua Mahkamah AgungRI  Bidang Non Yudisial, YM. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. Selain itu hadir sebagai Narasumber utama dalam acara tersebut adalah Dr. (HC). Ary Gianjar Agustian (Founder ACT Consulting ESQ Group).

“We Can Measure, So, We Can Manage”.

By: Jurdilaga Gusti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *