Prosedur peringatan dini dan evakuasi keadaan darurat adalah hal-hal yang dilakukan sebagai antisipasi awal dalam menghadapi keadaan darurat. Pengadilan Agama Gunungsitoli secara geografis berada di Pulau Nias, dan Pulau Nias sendiri berada di wilayah Samudra terbesar di dunia, yakni Samudra Hindia. Pulau Nias termasuk dalam hal ini Gunungsitoli sendiri termasuk daerah rawan gempa bumi. Nias pernah merasakan gempa yang sangat besar dengan kekuatan 8,7 skala Richter (menurut catatan seismik) atau 8,2 skala Richter (menurut BMKG di Indonesia). Ini terjadi tepat pada tanggal 28 Maret 2005 Pukul 23.09 WIB. Pusat Gempa berada di Gunungsitoli. Kota Gunungsitoli termasuk Pengadilan Agama Gunungsitoli sendiri luluh lantak pada saat itu. Kini untuk mengenang musibah gempa besar tersebut, pemerintah Gunungsitoli membangun Tugu Gempa tepat di tengah kota Gunungsitoli.

Belajar sejarah kelam tersebut, maka seluruh masyarakat Gunungsitoli utamanya segenap Aparatur PA Gunungsitoli perlu memahami prosedur evakuasi dalam keadaan darurat. Hal yang paling mendasar adalah tentang prosedur evakuasi dalam keadaan darurat Gempa bumi serta prosedur evakuasi dalam keadaan darurat kebakaran;

 

Prosedur Evakuasi Dalam Keadaan Darurat Gempa Bumi

  • Tetap tenang jangan panik
  • Bila memungkinkan segera lari keluar gedung sesuai petunjuk/jalur evakuasi yang telah ada, bila tidak memungkinkan cari tempat berlindung yang dirasa aman Tempat berlindung yang dirasa aman adalah :
  • Disamping almari atau meja, posisi merunduk dengan tangan melindungi kepala;
  • Disamping pintu dalam kondisi setengah terbuka/jangan ditutup;
  • Disamping benda/mebel yang dirasa cukup kuat menopang benda jatuh.
  • JANGAN BERLINDUNG DIBAWAH TANGGA DAN JAUHI AREA TANGGA !

 

Prosedur Evakuasi Dalam Keadaan Darurat Kebakaran

  • Saat melihat api tetap tenang dan jangan panik;
  • Menjauh dari sumber api;
  • Segera menuju tangga darurat yang terdekat dengan berjalan biasa dengan cepat namun tidak berlari;
  • Bila memungkinkan ambil alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan api;
  • Bila tidak berjalanlah dengan biasa dengan cepat. JANGAN LARI;
  • Lepaskan sepatu hak tinggi karena menyulitkan dalam langkah kaki;
  • Janganlah membawa barang yang lebih besar dari tas kantor/tas tangan;
  • Beritahu orang lain / tamu yang masih berada didalam ruangan lain untuk segera melakukan evakuasi;
  • Bila api dirasa membersar jangan panik dan tetap tertib segera meninggalkan gedung sesuai petunjuk/jalur yang ada;
  • Bila pandangan tertutup asap, berjalanlah dengan merayap pada tembok atau pegangan pada tangga, atur pernafasan pendek-pendek;
  • jangan berbalik arah karena akan bertabrakan dengan orang-orang dibelakang anda dan menghambat evakuasi;
  • Segeralah menuju titik kumpul yang ada di tempat tersebut untuk menunggu instruksi berikutnya.

 

APABILA ANDA MENGALAMI KEADAAN DARURAT MAKA

  • SEGERA :    Hentikan pekerjaan dan tinggalkan gedung ketika diketahui/didengar terdapat tanda bahaya atau ketika anda diminta untuk melakukannya
  • HINDARI :    Kepanikan
  • IKUTI       : Instruksi dan bekerjasamalah dengan mereka yang bertanggung jawabatas keadaan darurat.
  • MATIKAN : Semua peralatan kerja terutama listrik dan tutup laci meja.
  • JANGAN : Menunda untuk segera meninggalkan gedung dengan mencari barangbarang pribadi/atau orang lain
  • PERGI : Kedaerah terbuka yang cukup jaug dari gedung dan jangan menghalangi petugas dan peralatan mereka
  • JANGAN  :    Masuk kembali kedalam gedung sampai ada instruksi dari atasan atau petugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *